3 Alasan Permainan Agresif Sebaiknya Dihindari

Benarkah bermain video game menimbulkan perilaku agresif??


Para orang tua yang bijak mari simak bersama-sama penyebab perilaku agresif pada anak-anak yang kecanduan games (permainan), untuk kepentingan anak-anak kita juga, karena anak-anak adalah masa depan negara ini.

Saat ini sudah banyak penelitian tentang bermain video game yang dapat menimbulkan sifat agresif. Ketika sudah kecanduan game maka seseorang akan sibuk dengan dunia gamenya, tidak peduli dengan lingkungan dan perubahan kontrol emosi dan lebih agresif. Peran orangtua disini sangat diperlukan untuk mencegah anak kecanduan game.

Kali ini penulis ingin membahas setidaknya ada 3 alasan mengapa bermain video game bisa menyebabkan perilaku agresif jika dibandingkan dengan menonton tv

  1. Saat bermain video game anak menjadi lebih aktif dibandingkan dengan menonton tv yang pasif. Karena dengan bermain video game anak lebih belajar melakukan tindakan sesuai dengan apa yang telah dia lakukan jika dibandingkan dengan hanya menoton tv yang hanya melihat gambar. Contohnya, ketika belajar untuk mengendarai mobil, maka akan lebih mudah bila dilakukan dengan simulator game mobil, jika dibandingkan dengan hanya menonton (tanpa melakukan tindakan). apalagi jika dibandingkan dengan hanya membaca petunjuk mengendarai mobil.
  2. Pemain dalam video game akan mempengaruhi karakter seseorang. Jika dalam game pemain utamanya adalah penembak, maka pemain akan memperspektifkan dirinya sebagai pembunuh. Dalam video game, jika anak (sebagai pemain utama) sering melakukan tembak menembak dan terus berulang maka mereka akan mulai terbiasa melakukan hal tersebut. Hal ini akan berbeda jika hanya dengan menonton tv yang tidak akan mempengaruhi karakter.
  3. Dalam sebuah game terdapat reward, dimana penghargaan tersebut akan diperoleh ketika gamenya naik level. Di beberapa permainan juga terdapat penghargaan melalui verbal, misalnya mendengar kata-kata "nice Shot" ketika sudah membunuh musuhnya. Hal tersebut akan membuatnya untuk melakukan lagi dan lagi sampai akhir permainan. Dengan melakukan perbuatan tersebut, serta ada penghargaan verbalnya, maka para pemain game merasa bahwa perbuatan menembak itu adalah perbutan yang baik.

Berbeda halnya jika hanya dengan menonton tv, maka penghargaan verbalnya tidak akan langsung mengena pada penontonnya.

Kesimpulan:
Demikianlah beberapa alasan mengapa anak bermain video game menjadi lebih aktif jika dibandingkan dengan menonton tv. Jangan sampai anak-anak kita nantinya menjadi kecanduan game dan meniru tindakan-tindakan yang ada di dalam game tersebut.

Sebisa mungkin dampingi anak-anak kita baik saat main games, menonton tv,  ataupun menonton youtube, karena tidak semua tindakan dan perkataan mereka benar, segera luruskan bila ada yang kurang tepat. Berikan nasihat dan masukan untuk anak.

Batasi penggunaan gadget dan games, serta menonton tv, alangkah baiknya isi dengan kegiatan positif lainnya, seperti berolah raga, bermain permainan tradisional dan banyak lagi kegiatan yang melibatkan fisik.

Bila gamers bisa sejahtera jasmani rohani, kenapa tidak??

Salam hangat sobat gamers

2 Responses to "3 Alasan Permainan Agresif Sebaiknya Dihindari"

  1. benar juga gan, memang dampak dari permainan game saat ini sudah sangat luar bisa namun game juga tidak mengajarkan agresifitas saja, tapi ada juga game yang dibuat untuk mengedukasi. niceinpoh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas agus, banyak juga kok game-game yang mendidik, cuma yang booming banyak jeleknya

      mksh kunjungannya

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel