2 Cara Mudah Mengatasi Asma dengan Inhaler dan Nebulizer

cara mengatasi asma dengan inhaler dan nebulizer

Pada orang dengan Asma bernapas pun jadi susah

Hal tersebut dapat menurunkan kualitas hidup manusia karena bernafas adalah hal yang paling utama dalam kehidupan manusia. Tanpa napas selama 4 menit saja sel-sel otak mulai mengalami kerusakan.

Penyebab sesak nafas bermacam-macam, diantaranya olahraga yang terlalu berat, obesitas, suhu yang ekstrim dan karena penyakit tertentu, salah satunya asma.

Kali ini kang runa akan membahas tentang asma dan akan berbagi pengalaman tentang penanganan asma di rumah , karena kang runa mempunyai istri yang menderita asma .
Sebelumnya mari kita review kembali apa itu Asma:

Apa itu Asma??
Asma adalah penyakit pada saluran pernafasan yang mengalami penyempitan dan peradangan pada saluran nafas, sehingga penderita akan mengalami sesak nafas. Hal tersebut bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama ( kronis) tetapi dapat terkontrol jika penderita dapat meminimalkan penyebabnya (alergennya).

Penyebab asma
Penyebab asma secara pasti belum diketahui, namun ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya asma, yaitu debu, asap rokok, asap pembakaran sampah, bulu binatang, suhu dingin, aktivitas yang berlebihan dan paparan zat kimia.

Tanda dan Gejala
Tanda dan gelaja asma yang sering dialami yaitu:

1. Sesak  nafas
Karena seseorang yang menderita memiliki saluran nafas yang lebih sensitif dibandingkan dengan orang lain maka apabila penderita terkena pemicu di atas maka saluran pernafasan akan mengalami penyempitan yang dapat menyebabkan sesak nafas.

2. Batuk-batuk
Gejala selain sesak nafas yaitu biasanya penderita asma mengalami batuk-batuk karena pada saluran nafas banyak memproduksi dahak, sehingga reflek dari penderita akan batuk untuk mengeluarkan dahaknya.

3. Aktivitas mengalami penurunan.
Seseorang yang mengalami asma biasanya akan terlihat lemah, dan kurang berenergi ketika melakukan aktivitas

4. Suara nafas seperti suara siul
Dalam dunia kesehatan biasa disebut mengi. Suara tersebut terdengar ketika penderita menghirup dan mengeluarkan nafas.

5. Nafas cepat dan dangkal
Hal ini biasa terjadi pada penderita asma karena saluran pernafasan mengalami penyempitan. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh terlalu sedikit, padahal tubuh membutuhkan banyak oksigen, sehingga tubuh harus bekerja keras dengan meningkatkan frekuensi nafasnya untuk memenuhi kebutuhan oksigen tersebut.

6. Nyeri pada dada
Hal ini terjadi karena otot-otot pada saluran pernafasan mengalami ketegangan. Paru-paru berusaha untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang teerhambat (mengalami penyempitan) dengan cara otot-otat pernafasan secara maksimal.

Serangan asma sebenarnya tidak setiap hari terjadi hal tersebut karena asma sebenarnya dapat terkontrol asalkan kita mengetahui apa alergennya dan berusaha untuk menghindarinya. Berikut ini cara-cara mengendalikan asma:
  • Kita harus mengetahui apa penyebab asma dan berusaha untuk menghindari alergen tersebut
  • Kita dapat menggunakan masker saat mengendarai kendaraan bermotor atau pada saat udara dingin
  • Minum-minuman yang hangat. Hindari minum atau makanan yang dingin, terlalu pedas karena dapat mengiritasi saluran pernafasan
  • Kita perlu menjaga kebersihan rumah
  • Ganti speri dan sarung bantal secara rutin seminggu sekali
  • Hindari boneka, karpet yang mengandung serat karena bisa menjadi berkumpulnya debu
  • Jika menggunakan AC sebaiknya perlu diberihkan 3 bulan sekali
  • Terapkan pola hidup sehat, dengan makan makanan yang bergizi dan olahraga yang teratur
  • Imbangi aktifitas dan istirahat
Untuk mencegah seragan Asma, Hindari 3 Hal ini: Debu, Dingin dan Capek

Dikarenakan serangan Asma termasuk dalam kategori gawat yang menyerang saluran pernapasan, dan bisa kambuh kapan saja, maka ada baiknya untuk belajar dan menyediakan satu dari dua Alat: Inhaler atau Nebulizer di rumah. Kedua alat ini sebenarnya mempunyai cara kerja yang sama yaitu memperlonggar saluran nafas.

Inhaler

Seperti kita sering lihat di televisi, alat portable yang digunakan penderita asma dengan cara dihisap.

Kelebihan dari alat ini adalah mudah dibawa karena kecil (portable), mudah penggunaannya, banyak tersedia di apotek

Kekurangannya: agak mahal, tidak di jamin BPJS di PPK 1

Ada 2 jenis Inhaler:
1. Inhaler dosis yang terukur (metered dosege inhaler)
Bentuknya seperti tabung yang ada corongnya, berisi obat yang bisa langsung dihirup sehingga dapat melegakan pernafasan. Pada penggunaan inhaler ini harus mencatat berapa dosis yang sudah dihirup, jangan sampai kita kelebihan dosis yang akan memperburuk keadaan kita.
Pada anak-anak yang menggunakan inhaler jenis ini biasanya dilengkapi dengan spacer (alat sejenis ruang penampung obat) sehingga penggunaanya lebih mudah.  

2. Inhaler serbuk kering (dry powder inhaler)
Inhaler jenis ini hanya sekali pakai, sehingga lebih mudah digunakan (untuk menghindari dosis yang berlebihan). Pengunaannya dihisap dengan cepat dan kuat sehingga langsung masuk ke paru-paru dan melegakan pernafasan.
Untuk menentukan Inhaler mana yang cocok maka sebaiknya diskusikan hal tersebut dengan dokter.


Nebulizer

Mesin yang terhubung dengan listrik atau baterai yang mengubah obat cair menjadi seperti kabut, alat tersebut terhubung dengan selang yang ujungnya terdapat corong untuk menghirup obat.
Alat ini berbentuk lebih besar tidak seperti inhaler yang portabel yang bisa dibawa kemana-mana.
Obat-obatan yang digunakan biasanya bronkodilator (melebarkan jalan nafas), kortikosteroid (anti radang) dan pengencer dahak.

Cara penggunaan nebulizer:

1. Kita harus memastikan tangan kita bersih dengan cara mencuci tangan
2. Pastikan selang yang menghubungkan kompresor dan masker dalam keadaan bersih.
3. Meletakkan nebulizer di tempat yang rata dan mudah dicapai
4. Sambungkan selang peyambung dengan kompersor serta wadah obat dan maskernya.
5. Jika anak anda yang menderita asma, maka pangku atau posisikan anak nyaman
6. Sebelum memasukkan obat, lihat dulu resep obatnya harus sesuai dengan resep dokter.
7. Setelah sesuai obat dan dosisnya, masukkan obat ke wadah obat.
8. Pasangkan masker dengan menutupi hidung dan mulut menggunakan tali pengikat tanpa ada cela.
9. Nyalakan mesin kompresor, dan pastikan kompresor mengeluarkan uap yang berisi obat.
10. Duduklah dengan nyaman dan hiruplah uap dari kompresor sampai habis, biasanya butuh waktu 15-20 menit.
11. Jaga posisi wadah obat tetap tegak, sampai cairan obat habis.
12. Setelah selesai, copot masker dan bersihkan nebulizer agar tidak menjadi sarang bakteri dan jamur.

Penggunaan obat tentu saja ada efek sampingnya, berikut beberapa efek samping penggunaan obat asma:
- Pusing dan sakit kepala
- Gangguan tidur atau isomnia
- Hidung meler
- Nyeri otot
- Mulut kering
- Tremor
- Nyeri dada dan berdebar-debar
Jika efek samping tersebut tidak menghilang maka segera hubungi dokter.

Bagaimana cara penanganan ketika serangan asma datang?

1. Jangan panik, karena panik akan memperberat serangan asma.
2. Duduk dengan tenang dan posisikan tubuh dengan  nyaman dan rileks.
3. Longgarkan pakaian yang ketat
4. Lakukan teknik relaksasi., tarik nafas dalam dan hembuskan kurang lebih 10X.
5. Segera gunakan inhaler atau nebulizer sesuai petunjuk dokter.
6. Hubungi ambulan jika tidak mempunyai inhaler dan asma bertambah semakin parah.
7. Jika tidak bisa menguhungi ambulan segera menuju ke UGD terdekat.

Demikianlah pembahasan tentang asma menurut kang runa dan bagaimana cara penangannya. Jika kalian mempunyai keluarga atau melihat seseorang yang mengalami serangan asma jangan lupa beri pertolongan yang sesuai dengan cara diatas ya.
Jika tidak tahu caranya jangan tinggalkan sendirian seseorang yang mengalami serangan asma, dampingi sampai mendapatkan pertolongan oleh tenaga kesehatan.
Terima kasih semoga bisa membantu.

0 Response to "2 Cara Mudah Mengatasi Asma dengan Inhaler dan Nebulizer"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel