4 Cara Mengatasi Sumbatan Jalan Nafas

Ketika kita menolong korban gawat darurat dengan teknik mouth to mouth atau mouth to nose kadang udara dapat masuk ke lambung korban, hal ini menyebabkan lambung mengalami distensi. Ini juga berarti ada sumbatan jalan nafas atau pemberian ventilasi secara berlebihan. Kasus distensi lambung biasa terjadi pada anak-anak atau bayi, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Distensi yang berlebihan akan menimbulkan masalah yang serius yaitu:

  • Diafragma akan mendorong paru-paru keatas karena udara mengisi perut dan volume paru-paru berkurang
  • Vomiting atau regurgitasi, hal ini akan menambah sumbatan/obstruksi jalan nafas atau akan terjadi aspirasi muntahan yang masuk ke paru-paru sehingga menimbulkan kerusakan pada paru-paru dan akan timbul suatu letal pneumonia.

Bagaimana caranya menghindari distensi gaster pada korban gawat darurat?

  • Memposisikan korban agar tetap terbuka jalan nafasnya
  • Hindari kekuatan penuh dan terlalu cepat pada saat pemberian ventilasi pada korban dan batasi pemberiannya.

Bagaimana jika korban mulai mengalami distensi gaster?
  • Reposisi korban agar tetap terbuka jalan nafasnya
  • Jika korban akan mengalami muntah maka miringkan tubuh korban dengan tetap melindungi posisi kepala dan leher korban
  • Tidak boleh menggerakan kepala korban jika mengalami cedera spinal.

Jadi jika korban mengalami distensi gaster, kemungkinan terjadi adanya sumbatan / obstruksi jalan nafas
Dibawah ini ada beberapa penyebab obstruksi jalan nafas yaitu:
1. Obstruksi oleh lidah
Korban yang tidak sadar sering mengalami hal ini karena posisi kepala fleksi ke depan. Cara menanganinya dengan membuka jalan nafas dengan teknik head-tilt, chin lift, neck lift maupun jaw thrust.
 
2. Obstruksi oleh epiglotis
Korban yang memaksakan dirinya untuk inspirasi , kadang menyebabkan tekanan negatif yang memaksa lidah dan epiglotis sehingga menutup jalan nafas.

3. Benda asing (Obstruksi mekanik)
Hal-hal yang menyebabkan sumbatan jalan nafas ini misalnya: mainan, muntahan, makanan (tersedak), es, patahan gigi

4. Kerusakan jaringan
Pada kasus ini misalnya kecelakaan yang mengakibatkan luka remuk pada wajah, luka tusuk pada leher, keracunan, menghirup udara panas pada kebakaran, cedera hebat pada dada dan leher.  kondisi tersebut dapat menghambat jalan nafas.

5. Penyakit 
Penyakit yang bisa menyebabkan sumbatan jalan nafas adalah infeksi pada saluran pernafasan, penyakit kronik tertentu misalnya asma yang dapat menyebabkan oedem atau spasme bronkial serta adanya reaksi alergi.

Tanda dan gejala korban yang mengalami Obstruksi jalan nafas:
1. Pada Obstruksi parsial
  • Suara nafas abnormal: snoring (mendengkur), gurgling (seperti bunyi kumur-kumur), crowling, wheezing (mengi)
  • Adanya perubahan warna kulit: biru/ biru abu-abu pada kulit, bibir, lidah, kuku dan daun telinga.
  • Perubahan dalam bernafas, dari normal ke abnormal dan bisa kembali lagi.

2. Pada Obstruksi komplit
  • Pada korban sadar: berusaha untuk bicara tetapi tidak dapat melakukannya, batuk, memegang leher dengan tangan
  • Pada korban tidak sadar: tidak ada tanda-tanda normal bernafas, gerakan dada yang ritmik, pertukaran udara melalui mulut dan hidung.

Penanganan korban dengan obstruksi jalan nafas karena benda asing


sumbatan jalan nafas backblow

1. Metode Back Blow

Metode ini digunakan pada korban yang sadar dan mengalami tersedak.
Caranya:
  • Posisi korban dapat duduk atau berdiri dengan membungkuk ke depan
  • Posisi penolong di belakang korban
  • Telapak tangan penolong menepuk punggung korban pada daerah antara tulang belikat (scapula) dengan arah penepukan ke arah atas
  • Tepukan dilakukan sebanyak 5 kali secara berurutan dan diulang lagi jika masih ada sumbatan
 

2. Metode Abdominal Thrust (Dorongan perut)

Metode ini dikenal dengan manuver heimlich, dilakukan jika tepukan pada punggung tidak berhasil, dapat dilakukan pada korban yang sadar maupun tidak sadar. Teknik ini dilakukan untuk merangsang reflek muntah pada korban. 
Teknik manuver heimlich jangan dilakukan pada wanita hamil, anak kecil maupun bayi
Cara pertolongan pada metode abdominal thrust yaitu:

a. Posisi korban duduk atau berdiri 

sumbatan jalan nafas abdominal thrust

  • Penolong dapat berdiri di belakang korban letakkan lengan di bawah ketiak korban dan melingkari pinggangnya
  • Tangan penolong mengepal (ibu jari didalam) dan tempatkan sisi ibu jari pada garis tengah abdomen korban
  • Pegang kepalan tangan yang sudah mengepal tadi dan lakukan tekanan ke dalam / ke arah diafragma
  • Ulangi tindakan tersebut 6-10 kali

b. Posisi korban tiduran

sumbatan jalan nafas abdominal thrust 


  • Posisi korban terlentang dengan kepala mendongak, miring kiri atau kanan
  • Penolong dapat berlutut diatas korban diantara tungkai korban
  • Letakkan pangkal tangan penolong pada garis abdomen, sedikit diatas pusar dibawah processus xiphoideus
  • Tangan yang satunya diletakkan diatas tangan tadi, pertahankan lengan sejajar bahu dan siku
  • Berikan kompresi dengan menekan ke arah dalam atau ke arah diafragma, seperti oarng mencuci baju
  • Lakukan gerakan tersebut 6-10 kali dengan cepat.

3. Metode Manual Chest Trust

sumbatan jalan nafas chest thrust

Metode ini jarang digunakan, tetapi bisa digunan pada wanita hamil atau korban yang terlalu gemuk karena tangan penolong tidak dapat melingkari korban.
Bedanya dengan abdominal thrust, yaitu pada metode chest thrust letak kepalan tangannya di atas garis tengah sternum (kira-kira setinggi 2-3 cm dari proc. xiphoideus. kemudian genggan kepalan tangan tersebut dengan tangan satunya dan secara cepat berikan 4 dorongan langsung ke belakang jangan ke atas atau ke bawah.

4. Finger Sweeps (sapuan jari) dengan teknik Togue jaw-lift

Teknik ini dapat dilakukan pada korban yang tidak sadar. Caranya:
  • Penolong harus memegang lidah dan rahang bawah korban dengan jari serta mengangkatnya untuk memindahkan lidah jauh dari faring bagian belakang.
  • Pertahankan korban tetap menengadah dan masukkan jari telunjuk ke rongga mulut korban dan gerakkan jari ini ke dalam mulut dari dinding sebelah dalam sampai pangkal lidah.
  • Gunakan tangan sebagai pengait
  • Kalau ada benda asing, pindahkan ke mulut sehingga dapat dibuang
  • Prosedur ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan mendorong terlalu jauh ke tenggorokan korban

Pada korban sadar biasanya mempunyai reflek muntah. Dan muntahannya dapat teraspirasi ke dalam paru-paru. Jika objek yang meyumbat terlihat dpaat ditolong dengan teknik finger swab.Tetapi hati-hati jangan sampai menginduksi muntah dan mendorong objek ke dalam jalan nafas korban. Serta waspada terhadap gigitan korban.

Bagaimana penangganan obstruksi jalan nafas pada bayi dan anak-anak???

Pada prinsipnya sama dengan tindakan pada orang dewasa yaitu teknik back blow seperti diatas. Perbedaannya hanya pada kekuatan yang diberikan penolong. 

1. Pada bayi
Telungkupkan bayi pada pangkuan penolong dengan kepala di bawah, kemudian tepuk punggungnya tetapi tidak sekuat pada anak-anak.

2. Pada anak-anak
Caranya sama dengan pertolongan pada bayi tetapi kekuatan tepukannya lebih besar namun lebih kecil dari orang dewasa.

Lebih jelasnya bisa dilihat di skema prosedur penanganan korban obstruksi jalan nafas berikut:

penanganan obstruksi jalan nafas


2 Responses to "4 Cara Mengatasi Sumbatan Jalan Nafas"

  1. Ya Allah saya deg-degan bacanya, kalau saya menghadapi situasi kayak gitu, udah panik duluan mah, tapi memang kita wajib mempersiapkan diri kita dengan pengetahuan kayak gini, sedikit banyak bisa membantu saat ada di kejadian orang mengalami sumbatan nafas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb rey, sumbatan jalan nafas ini salah satu materi yang harusnya dimasukkan dalam kurikulum sejak dini.

      Cuma di Indonesia mungkin belum familiar, bahkan dulu pernah saya kenalkan ke pedagang kaki lima, tukang becak, ojek yang sering mangkal di tepi jalan besar, sambutannya kurang menyenangkan :')

      Beranggapan kalau sumbatan jalan nafas tetep tanggung jawab tenaga kesehatan sepenuhnya.

      terimakasih sudah berkunjung mbak rey :)

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel