7 Macam Perdarahan dan Pertolongan Pertamanya

Pada peristiwa kecelakaan, sering kita melihat korban mengalami perdarahan. Ada yang perdarahannya banyak ada pula yang sedikit, tergantung dari luka korban tersebut.

Perdarahan adalah hilangnya/berkurangnya darah dari pembuluh darah. Jika seseorang mengalami perdarahan yang hebat maka pembuluh darah dapat menjadi kolaps, bisa mengalami syok sampai kematian. Jumlah total darah manusia bervariasi dan tergantung dari ukuran badannya.

Rata-rata untuk orang dewasa yaitu 6 liter dan dapat kehilangan dengan aman setengah liter saat mendonorkan darah. Jika kehilangan darah 1 liter atau lebih dapat menyebabkan syok dan bisa sampai kematian. Pada anak-anak juga perlu diwaspadai jika mengalami perdarahan.

Jenis perdarahan berdasarkan pembuluh darah yang rusak yaitu:

jenis perdarahan cara mengatasi

1. Perdarahan arteri

Darah arteri berwarna merah terang karena banyak mengandung oksigen. Jika terluka pada arteri maka darah yang keluar akan memancar karena tekanan dari jantung (ketika jantung berdenyut). Hal ini akan sangat berbahaya karena darah akan terpompa dengan cepat dan bisa menyebabkan kehilangan banyak darah dalam waktu yang sangat singkat.

2. Perdarahan vena

Darah vena yang keluar berwarna merah gelap karena kandungan oksigennya sedikit. Keluarnya lebih lambat dibandingkan dengan darah arteri karena tidak ada denyut jantung sehingga pengontrolannya lebih mudah. Tetapi jika yang terluka vena besar akan mengeluarkan darah dalam jumlah yang besar. Karena pembuluh darah vena mempunyai daya regang sehingga darah bisa terkumpul di vena kemudian keluar dari tempat yang terluka.

3. Perdarahan kapiler

Warna darah yang keluar hampir sama dengan darah arteri hanya lebih terang. Keluarnya berupa rembesan dan dapat berhenti sendiri. Luka jenis ini adalah yang paling umum dan mudah dikontrol.

Jenis perdarahan berdasarkan keluarnya darah yaitu:

1. Perdarahan luar (perdarahan eksterna)

Perdarahan jenis ini dapat dilihat di sekitar luka, dan biasanya akan berhenti dalam 5-10 menit dengan pertolongan pertama yang benar. Ingatlah selalu ABC resusitasi (Airway, Breathing and Circulation) jika terjadi perdarahan yang hebat. 

Lihat juga: Mari Mengenal First Initial Asessment


Karena pada perdarahan wajah dan leher kemungkinan dapat menyebabkan sumbatan jalan nafas. Bisa juga korban yang mengalami perdarahan hebat akan menjadi syok dan kehilangan kesadaran.

Lihat juga: 4 Teknik Membuka Jalan Nafas
 
Jadi tujuan utama pertolongan pada korban perdarahan adalah:
  • Mengatasi perdarahan
  • Mencegah syok
  • Mengurangi resiko infeksi
  • Mengatur evakuasi korban ke rumah sakit

Pertolongan pada korban yang mengalami perdarahan ini yaitu:

a. Tekan langsung pada luka

menghentikan perdarahan tekan langsung
  • Jika luka tertutup oleh baju maka gunting baju tersebut agar luka dapat dilihat. Hati-hati jika ada benda tajam disekitar luka.
  • Agar aliran darah ke luka lebih lambat sebaiknya korban dibaringkan.
  • Gunakan jari atau telapak tangan untuk menekan perdarahan pada luka, alangkah lebih baik jika menggunakan kain bersih atau kasa steril
  • Jika luka tidak dapat ditekan langsung, misal ada benda yang menonjol maka tekan pada kedua sisi luka.
  • Tinggikan bagian tubuh yang terluka di atas jantung dan ditopang, pegangi secara hati-hati kemungkinan ada patah tulang.
  • Segera tutup luka dengan kasa, kemudian balut luka tetapi tidak terlalu kencang agar tidak menghambat sirkulasi darah.
  • Jika darah pada luka masih merembes dapat ditambah kasa lagi
  • Jangan mengubah balutan bila perdarahan sudah berhenti, segera hubungi tenaga kesehatan.

Perhatian!!!
Tekanan langsung jangan digunakan pada:
  • Cedera mata
  • Luka jika masih ada benda yang menancap, bisa gunakan balutan berbentuk donat
  • Fraktur tengkorak
  • Fraktur terbuka
Balutan jangan terlalu ketat agar sirkulasi darah tetap terjaga, jika luka terjadi di lengan atau kaki jangan lupa mengecek waktu pengisian kapiler (WPK).

b. Elevasi (Tinggikan luka)

elevasi luka untuk menghentikan perdarahan
contoh elevasi
Pada daerah luka perlu ditinggikan lebih tinggi dari jantung, sehingga mengurangi aliran darah ke daerah luka.

Cara ini lebih efektif dan cepat dilakukan karena tanpa alat dan bahan bisa dilakukan. 

c. Tekan tidak langsung pada luka

titik tekan menghentikan perdarahan

titik tekan tangan
contoh titik tekan tangan
Jika tekanan langsung tidak berhasil dapat dilakukan tekanan tidak langsung yaitu pada "titik tekan" , titik tempat arteri besar, misalnya arteri brakhialis, arteri femoralis. arteri radial, dan arteri popliteal. Tetapi jangan menekan lebih dari 10 menit.

d. Torniket

torniket menghentikan perdarahan
Torniket sangat jarang dilakukan karena dapat pembuluh darah dan saraf serta dapat mempercepat kematian jaringan. Torniket hanya dilakukan jika terjadi perdarahan yang sangat hebat dan tidak dapat dikontrol. Jika memang torniket perlu dilakukan maka gunakan bbahan yang datar dan lebar, jangan menggunakan kabel atau tali.

Pada perdarahan dilengan, pakai torniket pada 5 jari dibawah ketiak. Jika pada kaki pakai torniket pada 5 jari di bawah lipat paha. Tanda torniket sudah kencang yaitu menghilangnya denyut nadi di bawah torniket dan warna kulit kuning pucat.

Perhatian!!!
  • Setiap 10 menit torniket boleh dikendorkan selama 30 detik tepat, sementara lukanya ditekan dengan kasa steril
  • Lapisi bawah torniket dengan kain agar tidak terjadi luka baru.

2. Perdarahan dalam (perdarahan interna)

Perdarahan dalam rongga tubuh bisa terjadi karena cedera, misalnya patah tulang dan luka tembus. Walaupun darah tidak keluar, jika terjadi perdarahan yang cukup berat dapat menyebabkan syok.
Tanda-tanda perdarahan:
  • Darah keluar dari mulut (bisa lewat muntah dan batuk), darah pad urin (hematuria), darah pada rektum (hematosezia).
  • Perdarahan pada vagina tetapi bukan menstruasi
  • Luka memar/lebam
  • Kulit lembab/dingin
  • Pupil mata melebar
  • Patah tulang iga atau adanya memar di dada
  • Denyut nadi cepat dan lemah
  • Mual dan muntah
  • Kesakitan, perih, kaku dan memar abdomen.

Pertolongannya yaitu:
  • Cek Airway, Breathing dan circulation (ABC) serta hemoragi (perdarahan besar)
  • Jika korban muntah maka miringkan korban supaya muntahan tidak masuk ke paru-paru
  • Baringkan korban
  • Tinggikan daerah luka
  • Longgarkan ikatan baju yang ketat
  • Segera cari bantuan medis
  • Jangan beri apapun melalui mulut
  • Tenangkan korban, cek pernafasan, nadi dan reaksinya setiap 10 menit

Batuk darah dan Muntah darah

Korban yang mengalami batuk berdarah biasanya mengalami pembuluh darah yang pecah pada saluran pernafasan (misal paru-paru), darah yang dikeluarkan berwarna merah segar, keluarnya secara dibatukkan. Kalau muntah darah biasanya terjadi pembuluh darah yang pecah pada saluran pencernaan, darah yang keluar berwarna merah tua, kadang kehitam-hitaman, dan disertai sisa-sisa makanan

Pertolongan batuk berdarah yaitu:
  • Istirahatkan korban dengan posisi kepala lebih tinggi
  • Jika hendak batuk jangan tarik nafas panjang lebih dulu
  • Berikan obat penenang batuk
  • Kompres dingin di dada kadang-kadang dapat megurangi rasa panas dan diharapkan dapat mengurangi perdarahan
  • Segera bawa ke dokter

Pertolongan pada muntah darah yaitu:
  • Jika terjadi syok berikan pertolongan yang sesuai dan segera bawa ke rumah sakit
  • Beri antasida untuk menetralkan asam lambung

Berikut adalah contoh perdarahan yang biasa terjadi secara umum

1. Perdarahan di bawah kuku

Kejadian ini sering terjadi misalnya terkena palu, terjepit pintu, kejatuhan benda yang berat sehingga kuku terasa sakit dan memerah. Rasa sakit timbul karena ada perdarahan dan pembengkakan di bawah kuku, kadang-kadang kuku bisa terlepas.

Pertolongannya yaitu:
  • Kompres dengan es atau air es untuk mengurangi nyeri
  • Kuku yang cedera dikorek atau dilubangi, tujuannya agar darah yang mengumpul dibawah kuku dapat keluar sehingga mengurangi rasa sakit dan mencegah kuku terkelupas.
  • Jika darah sudah keluar, maka lubang kuku tadi diberi salep antibiotik dan tutup dengan plester hansaplast.

2. Perdarahan hidung

mengatasi perdarahan pada hidung
Terjadi karena pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Biasanya akan berhenti dengan sendirinya dan tidak perlu perawatan medis. Tetapi kadang jika perdarahannya hebat biasanya membuat orang panik dan ketakutan.

Hal-hal yang dapat menyebabkan perdarahan hidung yaitu:
  • Bersin, mengkorek-korek hidung
  • Penyakit infeksi, seperti pilek/flu yang menyebabkan pembuluh darah rapuh
  • Orang yang mempunyai tekanan darah tinggi atau penyakit darah
  • Orang yang tinggal di daerah bertekanan udara rendah (pegunungan)

Tipe perdarahan hidung yaitu:
  • Perdarahan anterior (depan) : Hampir 90% perdarahan hidung, biasanya keluar dari satu hidung
  • Perdarahan posterior (belakang): perdarahan masif ke bawah dekat mulut atau belakang bawah tenggorokan, dimulai dari satu sisi lalu kedua sisi dan turun ke tenggorokan. Perdarahan ini serius dan membutuhkan perawatan medis.

Pertolongannya yaitu:
  • Meminta korban duduk dengan kepala ke depan agar darah tidak terhisap ke paru-paru
  • Minta korban bernafas melalui mulut dan memijit batang hidungnya
  • Katakan pada korban agar tidak berbicara, menelan, meludah, batuk atau bersin, karena akan menganggu proses pembekuan darah. Berikan lap atau tisu untuk menyeka darah
  • Setelah 10 menit minta korban melepaskan pijatannya, kalau masih berdarah minta untuk memijat lagi 10 menit. Jika perdarahan tidak berhenti lebih dari 30 menit segera bawa ke rumah sakit
  • Setelah perdarahan berhenti, posisi kepala korban tetap menunduk ke depan dan bersihkan area sekitar mulut dan hidung dengan air hangat
  • Sarankan korban untuk istirahat dengan tenang beberapa saat dan bernafas menggunakan mulut dahulu.

3. Perdarahan telinga

Biasanya disebabkan karena pecahnya gendang telinga karena ada benda asing, pukulan yang terlalu keras atau ledakan. Ketika gendang telinga pecah korban mungkin mengalami sakit yang hebat dan tuli. Jika perdarahan karena cedera kepala darah tampak encer dan tipis dan ini sangat berbahaya karena kemungkinan ada kebocoran cairan disekitar otak.
Tujuan dari pertolongan telinga yaitu mengalirkan darah keluar dan mencegah infeksi.

Pertolongannya yaitu:
  • Baringkan korban setengah duduk, kepal dimiringkan ke sisi yang sakit supaya darah dapat keluar
  • Telinga ditutup dengan kain steril atau kain bersih kemudian di plester atau dipegangi
  • Segera bawa ke rumah sakit dengan posisi ini
  • Jangan menyumbat telinga korban
  • Jangan coba untuk mengeluarkan bekuan darah dari telinga atau memberi obat tetes telinga

4. Perdarahan mulut

 Luka pada mulut, bibir dan hidung bisa berupa cedera ringan atau yang berbahaya. Luka ini kemungkinan disebabkan oleh gigi korban sendiri akibat jatuh atau terpukul. Darah yang keluar bisa sangat banyak dan mengerikan.

Pertolongannya yaitu:
  • Korban disuruh duduk dengan kepala menunduk dan dimiringkan ke arah luka agar darah mengalir
  • Berikan kasa yang tebal untuk mengatasi perdarahan, jepit dengan jari selama 10 menit. Jika perdarahan dari gusi tempelkan kasa di atas gusi
  • Jika darah tidak berhenti maka ganti kasa dengan yang baru, dan suruh korban mengeluarkan darah dimulutnya, jangan menelan darah.
  • Korban dilarang minum-minuman yang panas selama 12 jam
  • Jika luka tidak berhenti dalam 30 menit segera bawa ke dokter

5. Perdarahan rongga perut

 Perdarahan yang terjadi di rongga perut biasanya susah  dan lambat diketahui karena lukanya tidak terlihat. Contohnya pukulan keras benda tumpul ke arah perut.

Tanda-tanda perdarahan di rongga perut (tanpa luka terbuka) yaitu:
  • Korban kesakitan di daerah perut, dinding perutnya keras dan kadang seperti papan
  • Nyeri ketika ditekan atau dipegang perutnya
  • Mual dan muntah yang kadang disertai darah
  • Syok

Pertolongan luka akibat pukulan diperut yaitu:
  • Jangan diberi makan dan minum
  • Balut luka dengan balutan menekan
  • Segera bawa ke rumah sakit

Untuk pertolongan luka perut yang terbuka sudah dibahas di Pertolongan pertama pada luka dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat juga:  Pertolongan pertama pada Luka dalam Kehidupan Sehari-hari

6. Perdarahan vagina

Kemungkinan besar adalah darah menstrusi yang disertai kram perut, tetapi bisa juga karena keguguran, penyakit bagian dalam tubuh atau cedera karena perkosaan. Riwayat penyakit harus dikaji untuk mengetahui bagaimana pertolongan pertama yang tepat. Kalau terjadi perdarahan yang hebat dapat menyebabkan syok. Selain itu penolong harus lebih sensitif terhadap perasaan wanita karena mungkin mereka malu terutama jika penolongnya seorang laki-laki. Jika penolong pertamanya laki-laki sebaiknya ditemani oleh seorang wanita.

Pertolongannya adalah:
  • Pindahkan korban ke tempat yang tenang kalau perlu tempat yang tertutup
  • Berikan balutan atau handuk bersih
  • Baringkan korban dengan posisi yang nyaman, dan tekuk lututnya
  • Jika korban tahu perdarahannya karena menstruasi , boleh diberi obat anti nyeri
  • Jika darah keluar terus menerus dan banyak maka hubungi ambulan
  • Jika korban sedang hamil dan sudah diketahui umur kehamilanya, terjadi perdarahan yang banyak maka minta korban untuk berbaring dan segera bawa ke rumah sakit
 Lihat juga: Pelaksanaan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)

7. Perdarahan telapak tangan

balutan pada tangan mengepal menghentikan perdarahan
contoh balutan pada tangan mengepal

 
balutan pada telapak tangan
contoh balutan pada telapak tangan

Perdarahan ini terjadi karena banyak pembuluh darah yang terluka pada tangan korban.

Pertolongannya yaitu:
  • Taruh bantalan tangan pada telapak tangan dan minta korban untuk mengenggam kemudian tutup dengan mitela (pembalut segitiga) atau kain bersih yang ada
  • Angkat tangan sampai diatas tangan
  • Balut seluruh pergelangan tangan dan jari-jari dengan perban gulung yang cukup lebar atau mitela untuk menjaga tekanan pada pembuluh darah


2 Responses to "7 Macam Perdarahan dan Pertolongan Pertamanya"

  1. pendarahan di tangan memang jarang terjadi ya pak tapi karena apa itu dapat terjadi selain banyak pembuluh darah yang terluka ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya benar, perdarahan di tangan, kaki, dan kepala presentase hampir sama pada kasus kecelakaan lalu lintas, tapi beda lagi kalau kecelakaannya dalam kerja, biasanya banyak pada tangan.

      terimakasi sudah berkunjung mas zatnika

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel