Pertolongan pertama pada luka dalam kehidupan sehari-hari

Pernahkan kalian mengalami luka? Tentu saja hampir semua orang mengalaminya, entah itu luka lecet, luka karena jatuh, luka karena garukan atau terkena benda tajam.

Apa sih luka itu?

Luka adalah adanya kerusakan pada kulit maupun jaringan di bawah kulit. Luka bisa kecil maupun besar, tergantung dari jenis luka dan tingkat keparahannya.

Apa saja jenis-jenis luka?

Berdasarkan letaknya yaitu:
  • Luka jelas
  • Luka tersembunyi

Berdasarkan bentuknya yitu:
  • Luka terbuka : Rusak/terputusnya kontinuitas kulit dan atau jaringan di bawah kulit
  • Luka tertutup : Rusak/terputusnya kontinuitas jaringan di bawah kulit saja, kulit tetap utuh tidak ada luka.

Berdasarkan jaringan yang terkena yaitu:
  • Luka dalam : luka ini mengenai kulit, subkutis, otot dan tulang
  • Luka dangkal : luka hanya mengenai kulit saja

Berdasarkan berat ringannya luka yaitu:
  • Ringan : lukanya kecil, dangkal dan perdarahannya sedikit
  • Berat : lukanya lebar dan perdarahannya banyak
  • Parah : terdapat perdarahan yang banyak di beberapa tempat

Berdasarkan klinisnya yaitu:
  • Bersih : luka yang terjadi dalam 0 jam, dibuat dengan cara aseptik, misalnya pada luka operasi
  • Kontaminasi : luka yang terjadi anatara 0-8 jam
  • Infeksi : luka yang terjadi lebih dari 8 jam

Bagaimana proses penyembuhan pada luka?

Ketika seseorang mengalami luka dan lukanya tidak parah maka proses penyembuhannya akan cepat.Hal ini juga tergantung dari perawatan luka itu sendiri. Sebenarnya didalam tubuh kita sendiri ada yang berfungsi untuk menyembuhkan luka secara alami dan melalui tahap demi tahap sampai luka itu sembuh.

Ada 3 tahap proses penyembuhan luka yaitu:

1. Tahap inflamasi

Pada luka biasanya menyebabkan perdarahan, disini tubuh akan berusaha untuk menghentikan perdarahan tersebut dengan cara vasokontriksi (kontraksi pada pembuluh darah), kemudian terjadi pengerutan pada jaringan yang terluka sehingga perdarahan berhenti dan terjadi hemostatis (mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan).
Hemostasis ini dapat terjadi karena trombosit (sel darah yang membantu proses pembekuan darah) yang keluar saling berlekatan dan menempel pada jaring-jaring fibrin (protein dalam darah yang membentuk serat seperti jaring) dan membentuk gumpalan bekuan darah. Pada area disekitar luka menjadi memerah dan bengkak, hal tersebut terjadi tahap inflamasi.

2. Tahap proliferasi

Proses ini dimulai setelah fase inflamasi dan berakhir kira-kira sampai minggu ke 3. Pada fase ini serat-serat yang terbentuk akan dihancurkan kembali dan akan membentuk jaringan parut.  Tubuh akan memproduksi kolagen untuk memberikan kekuatan pada jaringan dalam rangka pembentukan jaringan baru. Serta pembuluh-pembuluh darah kecil yang kaya oksigen akan membantu dalam proses penyembuhan luka tersebut.

3. Tahap penyembuhan

Pada tahap ini terjadi proses pematangan atau maturasi, dimana jaringan yang berlebihan akan diserap kembali, terjadi pengkerutan pada luka dan mulai terbentuk jaringan baru. Secara perlahan-lahan luka akan sembuh dengan sendirinya. Hal ini bisa membutuhkan waktu berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sampai luka benar-benar sembuh.


Proses penyembuhan luka juga tergantung pada proses penanganan dan perawatannya. Jika kita tidak menangani dan merawatnya dengan baik dapat beresiko terjadinya infeksi dan penyembuhan luka akan semakin lama. Berikut ini akan dibahas tentang jenis luka yang sering kita jumpai:

A. Luka terbuka

Pada luka terbuka ada beberapa jenisnya, yaitu:

1. Luka lecet

Pertolongan pada luka lecet

Biasanya terjadi ketika seseorang jatuh lalu bergesekan dengan permukaan yang keras dan tidak rata. Kulit tampak mengelupas dan berwarna kemerahan. Jika luka tersebut terkena benda asing dan tidak dibersihkan dapat menyebabkan infeksi.

Pertolongannya yaitu:
  • Bersihkan luka dengan air dingin atau air hangat
  • Dengan mengalirkan air pada luka tersebut, jangan dicelupkan
  • Gunakan antiseptik untuk membersihkan luka
  • Balut atau tutup luka dengan kasa steril atau bisa dengan plester luka (misal hansaplast)
  • Jika lukanya besar, maka bersihkan luka dengan cairan disinfektan kemudian tutup dengan kasa steril, jika perlu periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Bagaimana cara melakukan disinfeksi pada luka terbuka?
  • Letakkan kasa steril pada tengah luka dan tidak usah ditekan, kasa ini untuk melindungi luka saat dilakukan disinfeksi
  • Basuh area disekitar luka dengan air, lalu disabun dan dibersihkan dengan antiseptik
  • Ambil kembali kasa tadi, kemudian basuh luka dengan air steril untuk membersihkan gumpalan-gumpalan darah dan kotoran yang melekat pada luka
  • Apabila ada kotoran yang masih menempel dapat dibersihkan menggunakan pinset dan kasa steril
  • Tutup luka dengan sufratul atau kasa steril dan diatasnya dilapisi kasa yang agak tebal kemudian dibalut atau di plester.

2. Luka iris (Vulnus Scissum) 

Ibu-ibu yang sering masak kadang mengalami hal ini, yaitu terkena pisau. Luka karena benda tajam tersebut menyebabkan luka iris. Selain itu luka iris juga bisa disebabkan oleh pecahan kaca.
Pembuluh darah di pinggiran luka dapat terpotong luas sehingga darah banyak yang keluar. Bentuk lukanya memanjang dan jaringan disekitar luka tidak rusak.

Pertolongannya yaitu:
  • Bersihkan luka dengan air
  • Olesi dengan obat antiseptik
  • Plester dengan hansaplast atau sejenisnya
  • Biasanya luka ini akan sembuh dengan sendirinya

3. Luka bacok (Vulnus Caesum)

Pada zaman sekarang banyak sekali begal berkeliaran sambil membawa parang, mereka tidak segan-segan membacok korbannya. Luka jenis ini yang disebut luka bacok, lukanya seperti luka iris tetapi lebih besar dan dalam.

Pertolongannya yaitu:
  • Kita atasi dulu perdarahannya, kemudian lakukan disinfeksi
  • Tutup luka dengan sufratul atau kasa steril
  • Bawa ke rumah sakit agar lukanya dijahit

4. Luka robek (Vulnus Traumaticum)

Luka ini terjadi karena adanya trauma, biasanya karena kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan yang lain. Bentuk lukanya tidak beraturan dan bisa menimbulkan perdarahn baik sedikit maupun banyak.

Pertolongannya yaitu:
  • Atasi dulu perdarahannya, kemudian lakukan disinfeksi
  • Tutup dengan sufratul atau kasa steril
  • Balut dengan tekanan
  • Angkat dan istirahatkan bagian yang luka
  • Bawa ke rumah sakit untuk diberi antibiotik dan dijahit serta diberikan suntikan Tetanus

5. Luka tusuk (Vulnus Punctum)

penanganan luka tusuk
Orang yang terkena tikaman disebut terkena luka tikam. Biasanya terkena benda yang ujungnya runcing, seperti jarum, paku dan besi yang runcing.

Mulut luka lebih sempit jika dibandingkan ukuran didalamnya. Kalau benda yang menancap tersebut kotor dapat menyebabkan infeksi dan kemungkinan terjadi tetanus.

Letak dan besarnya luka juga perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi organ-organ dalam tubuh. Jika lukanya mengenai pembuluh darah besar, akan sangat berbahaya dan sebaiknya kita harus menghentikan perdarahannya dahulu.

Contoh luka tusuk dan penanganannya:

a. Luka tusuk pada dada
Orang yang terkena luka tusuk didada kalau tidak mengenai jantung bisa juga mengenai paru-paru. Ketika luka mengenai paru-paru, selain terjadi perdarahan, udara dari luar akan masuk ke dalam rongga paru-paru sehingga paru-paru tersebut akan mengempis.
Udara yang masuk tadi akan menekan paru-paru satunya dan kemungkinan akan menghambat pengisian darah dijantung sehingga mengganggu sirkulasi dalam tubuh yang bisa menyebabkan syok. Jadi luka tusuk pada paru-paru harus diberi balutan yang kedap udara.

Korban yang terkena luka tusuk di dada akan terlihat:
  • Kesulitan bernafas dan nyeri ketika bernafas
  • Pernafasan cepat, dangkal dan tidak beraturan
  • Rasa takut tiba-tiba
Kemungkinan yang lain korban mengalami:
  • Gejala-gejala syok
  • Batuk berdarah atau berbusa
  • Sianosis pada bibir, kulit dan kuku
  • Kulit disekitar luka terasa pecah, karena ada udara dibawah jaringan
  • Gelembung-gelembung udara keluar dari luka.

Pertolongannya yaitu:
  • Jangan dicabut jika luka masih tertancap benda tajam karena dapat meningkatkan perdarahan
  • Jangan lupa cek Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
  • Segera tutup luka dengan tangan anda atau meminta korban untuk menutup luka jika sadar
  • Luka ditutup dengan kasa steril yang dibasahi alkohol atau bantalan kain bersih lalu ditutup lagi dengan kantong plastik atau aluminium foil dan diplester atau balutan ketat untuk membuat sumbatan kedap udara.
  • Minta korban bernafas dengan kantong kertas atau menarik nafas ulang udaranya sendiri
  • Bantu korban pada posisi yang nyaman dan miring ke arah yang sakit
  • Hubungi ambulan dan atasi syok jika diperlukan.

Jika korban tidak sadar maka cek ABC dan lakukan resusitasi jika perlu setelah itu baringkan korban pada posisi pemulihan, berbaring pada posisi yang sakit agar sisi yang sehat tidak tertekan dan dapat berfungsi dengan lebih baik.

b. Luka tusuk pada perut
Beratnya luka ini dapat dilihat dari perdarahan yang keluar dan isi perut yang terburai. Lukanya dapat menembus, merobek atau merusak organ-organ dan pembuluh darah dalam tubuh. Luka ini mempunyai resiko terjadinya infeksi.

Pertolongannya yaitu:
  • Baringkan korban, tinggikan dan topang kaki 
  • Tutup luka dengan snelverban (Pembalut gulung yang sudah dilengkapi dengan kasa penutup luka dan dijual dalam keadaan steril)
  • Jika tidak ada snelverban maka tutup luka dengan kasa steril yang tebal. Sebaiknya kasa steril tersebut disiram dengan air steril sebelum ditempelkan
  • Jika ada usus yang keluar, jangan dimasukkan kembali, cukup ditutup dengan kantong plastik atau perban steril agar tidak kering.
  • Balutlah luka tersebut dengan balutan yang menekan
  • Jangan memberi minum atau makanan pada korban, jika korban haus maka cukup basahi bibirnya dengan air
  • Jika korban muntah atau batuk maka balutan pada luka ditekan agar usus yang terburai atau keluar tidak bertambah banyak
  • Segera bawa korban ke rumah sakit

6. Luka hancur (Vulnus Lacerum)

Luka ini bisa disebabkan karena kecelakaan yang berat. Bentuk luka tidak teratur dan luas.
Pertolongannya yaitu Jika luka hancur dari lengan dan tungkai bawah maka dapat dipasang torniket. Tindakan ini dilakukan jika terjadi perdarahan yang hebat dan tidak terkontrol. Jadi tindakan ini merupakan pilihan terakhir untuk dilakukan jika perdarahan tidak bisa dikontrol. Segera bawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan lebih lanjut.

Bahayanya jika cedera yang lama tekanannya dilepaskan yaitu:
  • Setelah tekanan dilepaskan kemungkinan akan terjadi syok karena cairan jaringan dengan cepat merembes ke daerah yang cedera.
  • Zat-zat racun yang terbentuk dalam otot akibat rusaknya jaringan, secara tiba-tiba masuk ke dalam sirkulasi dan menyebabkan gagal ginjal, proses ini disebut crush syndrom.

7. Luka remuk

Luka ini dapat terjadi pada kasus kecelakaan lalu lintas/tabrakan, gempa, atau tertimpa gedung yang runtuh. Cedera pada kasus ini dapat mengakibatkan patah tulang, perdarahan yang dalam, melepuh dan bengkak. Pada benturan yang kuat akan mengganggu sirkulasi darah, mati rasa pada bagian yang cedera.

Pertolongannya yaitu:
a. Untuk korban yang terperangkap < 10 menit:
  • Bebaskan korban dengan segera
  • Segera atasi perdarahan luar dan tutup semua luka
  • Amankan dan topang tulang yang patah
  • Cek adanya perdarahan dalam dan gejala syok
  • Hubungi ambulan
  • Catat lamanya korban terperangkap dan kapan waktu dibebaskannya

b. Untuk korban yang terperangkap > 10 menit
  • Jangan bebaskan korban
  • Segera hubungi ambulan
  • Tenangkan korban

8. Luka tembak (Vulnus sklopetorius)

Peluru dengan kecepatan tinggi bila mengenai tubuh tidak hanya memusnahkan area rongga disekitarnya. Gelombang kecepatan tinggi ini dapat merusak jaringan-jaringan secara langsung dan rongga-rogga menjadi kolaps, kemudian partikel-partikel kontaminasi dihisap masuk dari tempat masuk dan keluarnya luka dan beresiko terjadi infeksi.
Ada 2 macam luka tembak yaitu luka tembak yang mengeram dan tembus.
Pertolongannya yaitu bersihkan luka dan tutup luka dengan sufratul atau dibalut dengan balutan tekan dan segera bawa ke rumah sakit.

B. Luka tertutup 

Luka tertutup yaitu luka yang permukaan kulitnya utuh dan disebabkan oleh benda yang tumpul.

Macam-macam luka tertutup yaitu:

1. Contusio

Terjadi kerusakan jaringan di bawah kulit dan tampak benjol jika dilihat dari luar. Tanda-tandanya yaitu kulit tampak menonjol/bengkak, timbul rasa sakit dan lemah.

Pertolongan yang dilakukan menggunakan prinsip "RICE":
R: Rest
Istirahatkan daerah yang luka

I: Ice-pack
Kompres daerah yang cedera dengan es selama 20 menit yang akan mendinginkan jaringan yang cedera tanpa menyebabkan peningkatan aliran darah lokal. Es ini juga dapat mengurangi nyeri tetapi es harus dibungkus dengan kain yang agak tebal ketika mengkompres luka ini.

C: Compresio
Gunakan balutan yang menekan untuk mengurangi perdarahan yang lebih lanjut.

E: Elevasi
Tinggikan daerah yang cedera sehingga akan mengurangi aliran darah ke bagian yang luka.

2. Hematoma

penanganan luka memar
Luka tertutup tetapi terjadi perdarahan sehingga kulit tampak kebiruan. Tanda-tandanya yaitu luka tampak bengkak dan kebiru-biruan.

Pertolongannya yaitu Kompres dengan air hangat dan tinggikan daerah yang cedera.

Pencegahan Tetanus pada luka
Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani dimana bakteri ini membawa racun yang akan merusak sistem syaraf korbannya. Gejalanya otot-otot menjadi kaku, tegang pada seluruh tubuh dan kejang-kejang. Kuman ini dapat masuk melalui luka tusuk yang dalam, karena kuman ini termasuk jenis yang anaerob.

Indikasi luka bisa menjadi tetanus yaitu:
- Luka-luka besar
- Luka yang terlambat dalam perawatannya
- Luka tembak
- Luka tusuk atau gigitan binatang yang cukup dalam

Jika luka tidak langsung di bawa ke rumah sakit, maka sebaiknya luka tetap dibiarkan terbuka atau ditutup dengan kasa steril yang agak terbuka sedikit sehingga udara bisa masuk. Hal ini dilakukan agar tidak mendukung berkembangnya kuman anaerob.






0 Response to "Pertolongan pertama pada luka dalam kehidupan sehari-hari"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel