Contoh Penanganan Trauma Kepala

penanganan perdarahan kepala

Seseorang yang mengalami kecelakaan yang kemudian terbentur kepalanya biasanya akan mengalami trauma kepala. Cedera ini dapat merobek kulit kepala, mengenai otak dan tengkorak sehingga perlu diobservasi lebih lanjut apakah cederanya itu ringan maupun berat. Hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

Perhatian!!!
Korban yang sudah sadarkan diri tetapi tiba-tiba kesadarannya menurun dan tidak sadar lagi merupakan kondisi yang serius dan berbahaya. Setiap korban yang trauma kepala dan tidak sadarkan diri harus diduga ada trauma tulang belakang.

Kematian akibat trauma kepala dapat terjadi dalam 3 waktu setelah luka yaitu:
1. Segera setelah terjadi luka
2. Dalam waktu 2 jam setelah luka
3. Rata-rata 3 minggu setelah luka

Umumnya korban yang mengalami kematian segera setelah trauma disebabkan oleh benturan kepala langsung dan mengalami perdarahan yang hebat serta mengalami syok. Kematian yang terjadi setelah beberapa jam biasanya karena mengalami perdarahan internal dan mengalami penurunan yang sangat progresif. Sedangkan kematian setelah 3 minggu atau lebih akibat trauma bisa disebabkan karena terjadi kegagalan dalam sistem tubuh.

Penyebab terjadinya trauma kepala yaitu:
  • Kecelakaan lalu lintas
  • Jatuh dan kepalanya terbentur
  • Jatuh dari ketinggian
  • Menyelam di tempat yang dangkal
  • Olahraga berat

Tanda dan gejala:
  • Riwayat luka
  • Hilang daya ingat
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Respon abnormal
  • Luka pada kulit kepala atau muka
  • Darah dan cairan jernih keluar dari hidung dan telinga
  • Pupil tidak sama

Penanganannya:
  • Tetap memperhatikan Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
  • Bila korban tidak sadar, bebaskan jalan nafas, monitor pernafasan dan nadi kemudian posisikan stabil
  • Bila mau dipindahkan, ingat kemungkinan terjadi cedera spinal atau tulang belakang
  • Bila ada luka parah dimuka, jaga jalan nafas korban tetap terbuka, jangan memaksa membuka rahang
  • Atasi perdarahan, jika ada fraktur jangan menggunakan tekan langsung
  • Tutup telinga dan hidung dengan kasa steril jika keluar darah atau cairan (Ingat: jangan disumbatkan)
  • Tutup mata dengan perban jika mata terluka
  • Segera hubungi ambulan dan pertolongan medis
 Lihat juga: Mari Mengenal First Initial Asessment

Berikut ini adalah contoh cedera pada kepala dan pertolongannya

1. Perdarahan di kepala

Pada kulit kepala banyak sekali jaringan pembuluh darah, jadi bila terluka sedikit saja bisa menyebabkan perdarahan. Jika terjadi perdarahan diatas teling atau di belakang kepala akan sangat berbahaya karena kemungkinan terjadi perdarahan otak.

Pertolongannya:
  • Tetap perhatikan ABC
  • Perhatikan kemungkinan adanya tulang kepala yang patah/retak (perdarahannya lewat mulut dan hidung)
  • Perhatikan juga jika ada gangguan pada otak
  • Jika penolong sudah yakin tidak ada patah tulang dan gangguan pada otak maka boleh menghentikan perdarahan dengan menekan langsung pada luka
  • Tutup luka dengan kasa steril dan balutan tekan
  • Bila terdapat tanda-tanda patah tulang maka jangan menekan langsung pada luka, hentikan perdarahan dengan menekan tidak langsung
  • Jika kondisi korban makin memburuk segera bawa ke rumah sakit
Lihat juga:  4 Cara Mengatasi Sumbatan Jalan Nafas

2. Luka terbuka pada kepala

Tujuan pertolongannya yaitu mengatasi perdarahan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit

Pertolongan yang dilakukan yaitu:
  • Perhatikan ABC
  • Rapikan kulit yang terkelupas
  • Hentikan perdarahan dengan menekan langsung pada luka dengan perban steril jika tidak ada tanda-tanda patah tulang
  • Perban dieratkan dengan mitela, kalau masih perdarahan beri bantalan lagi pada balutan
  • Jika korban sadar, bisa dibaringkan dengan posisi kepala lebih tinggi, jika korban menjadi tidak sadar dapat diposisikan pemulihan
  • Segera bawa ke rumah sakit
Lihat juga: Pelaksanaan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

Jika lukanya mengalami perdarahan ringan dan tidak ada patah tulang ,dapat dilakukan:
  • Bersihkan rambut disekitar luka
  • Bersihkan luka dengan cairan steril
  • Tutup luka dengan kasa steril dan dibalut
  • Bawa ke rumah sakit

3. Memar di kepala

Memar dapat terjadi karena terkena pukulan benda tumpul, dan tidak ada luka terbuka. Hal ini terjadi karena pembuluh darah di bawah kulit pecah, tetapi darah tidak keluar. Jika dilihat tampak ada benjolan pada bagian yang terpukul.

Pertolongannya yaitu:
  • Tetap perhatikan ABC
  • Perhatikan adanya patah tulang dan gegar otak
  • Bila tidak ada patah tulang, baringkan korban dengan kepala lebih tinggi tetapi jangan mengganggu jalan nafas
  • Kompres digi pada bagian yang memar
  • Jika bengkaknya makin besar segera bawa ke rumah sakit
  • Bisa diberikan obat anti nyeri untuk mengurangi sakit

4. Gegar otak

Jika kepala terkena tumbukan yang keras dapat menyebabkan otak dalam tengkorak kita dapat bergeser, hal ini yang disebut gegar otak. Jika korban mengalami pingsan yang lama maka semakin berat gegar otak yang terjadi.

Korban yang mengalami gegar otak akan mengalami gangguan kesadaran baik sebentar maupun lama. dan kemungkinan akan mengalami pusing, mual setelah sadar. bisa juga korban tidak ingat apa yang terjadi pada saat atau setelah kejadian.

Tujuan dari pertolongannya yaitu Memastikan korban pulih sempurna dan aman serta mendapatkan bantuan medis.

Pertolongannya yaitu:
  • Perhatikan ABC
  • Jika korban tetap tidak sadar setelah 3 menit, hubungi ambulan
  • Bersihkan daerah mulut dari kotoran, lendir dan muntahan
  • Korban dibaringkan dalam posisi pemulihan. Catat pernafasan, nadi, dan tingkat reaksinya 
  • Jika korban yang kesadarannya cepat pulih, perhatikan kemungkinan menurunnya tingkat reaksi, bahkan setelah korban tempaknya sudah pulih.
  • Jangan ijinkan korban melakukan aktivitas dahulu, sarankan untuk tetap berbaring dan ditenangkan
  • Bawa ke rumah sakit

4. Patah tulang tengkorak

Bahaya terbesar jika terjadi patah tulang yang pecah adalah akibatnya terhadap otak. Patah tulang ada 2 yaitu tertutup dan terbuka. Pada luka tertutup maka akan sulit untuk diketahui (hal ini banyak terjadi dalam kasus kecelakaan), jika lukanya terbuka maka dengan mudah diketahui karena fragmen-fragmen tulangnya kelihatan dari luar bahkan bisa tampak jaringan otaknya.

Tanda dan gejalanya korban mungkin mengalami:
  • Perubahan tingkat kesadaran atau tidak sadarkan diri
  • Nyeri hebat atau pembengkakan pada kepala yang cedera
  • Adanya laserasi dalam atau memar hebat di kulit kepala
  • Deformitas tengkorak karena adanya depresi tengkorak, pembengkakan yang besar, adanya bentuk yang terlihat tidak biasa pada tengkorak
  • Pembengkakan atau memar pada belakang telinga
  • Kedua pupil tidak sama
  • Mata hitam atau discolorisasi dari jaringan lunak dibawah kedua mata (racoon's eyes)
  • Satu mata terlihat tenggelam
  • Perdarahan dari telinga atau hidung
  • Cairan bening yang mengalir dari hidung atau teliga

Pertolongannya yaitu:
  • Perhatikan ABC
  • Baringkan korban pada posisi pemulihan karena kepala yang miring memudahkan aliran muntah dan lendir
  • Gunakan balutan kain steril pada telinga jika ada cairan yang keluar dari rongga telinga
  • Bersihkan luka dari kotoran yang melekat dan kontrol perdarahan
  • Tutup luka dengan kasa steril dan balut dengan balutan menekan
  • Segera bawa ke rumah sakit

 

Fraktur Tulang-tulang besar pada wajah

Jika dilihat cedera ini kadang bisa mengerikan karena terjadi perubahan bentuk pada wajah, mata, hidung dan mulut. Memar dan pembengkakan bisa terjadi dengan cepat, bisa juga terjadi perdarahan pada hidung dan mulut.
Pada kasus ini akan menjadi berbahaya jika pembengkakan dan perdarahan menyumbat pada saluran pernafasan.Tujuan dari pertolongan pada kasus ini adalah menjaga jalan nafas tetap terbuka dan segera menirim ke rumah sakit.

1. Fraktur tulang pipi dan hidung

Biasanya terjadi karena perkelahian. Bengkak yang terjadi akan terasa nyeri dan mungkin menghambat aliran udara di dalam hidung. Cedera pada kasus ini harus segera dibawa ke rumah sakit.

Pertolongannya yaitu:
  • Lakukan kompres dingin untuk mengurangi bengkak
  • Atasi perdarahan hidung
  • Bawa korban ke rumah sakit

2. Patah tulang rahang

Kasus yang sering terjadi biasanya hanya satu sisi rahang yang rusak dalam satu waktu. Kemungkinan akan terasa nyeri jika ada pergerakan rahang atau sewaktu menelan, seringkali ludah bercampur darah dan terjadi pembengkakan pada muka.

Pertolongannya yaitu:
  • Perhatikan ABC
  • Jika korban sadar, bantu duduk dengan kepala menunduk ke depan agar darah, lendir dan ludah dapat keluar dengan mudah
  • Kontrol perdarahan yang terjadi
  • Korban diminta memegangi bantalan yang lunak untuk menopang rahangnya
  • Jika sadar dan tidak muntah segera lakukan balutan yang sesuai dengan kondisinya
  • Segera bawa ke rumah sakit

3. Dislokasi rahang

Korban mengalami pergeseran pada tulang rahangnya dan biasanya mulut korban tidak bisa menutup.

Pertolongannya yaitu:
  • Sarankan korban untuk tidak mengubah posisi rahang
  • Kompres dengan air es untuk mengurangi pembengakakan 
  • Segera cari pertolongan medis

0 Response to "Contoh Penanganan Trauma Kepala"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel